Menu Close

Yakin dan Percaya

Matius 16:6
Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”

Salah satu yang melekat erat dalam ingatan kita akan orang Farisi adalah orang-orang yang memahami Hukum Taurat. Mereka mengajar hukum Taurat. Tetapi mereka tidak melakukannya sebagaimana mestinya.

Selanjutnya… orang-orang Saduki adalah orang-orang yang tidak percaya akan adanya kebangkitan.

Orang-orang Farisi dan Saduki tidak percaya kepada Kristus. Boleh barangkali kita bayangkan bahwa mereka bersikap sinis terhadap Yesus. Mereka sering meminta tanda ajaib dari Surga kepada Yesus, padahal betapa seringnya mereka menyaksikan perbuatan ajaib yang dilakukan Yesus.

Latar belakang mereka meminta tanda adalah karena mereka tidak percaya. Mereka selalu saja mencobai Yesus. Dalam arti kata yang lebih buruk adalah: mereka ingin mempermalukan Yesus di depan orang banyak.

Dapatkah mereka mempermalukan Yesus?.
Ohhh… NO !
Tentu TIDAK !

Justru kebodohan dan kedegilan hati merekalah yang sering ditelanjangi Yesus di depan orang banyak maupun secara pribadi.

Namun mereka tidak sadar juga. Mereka keras dan mengeraskan hati. Sehingga mereka dijuluki Yesus sebagai orang-orang yang melihat tetapi buta.

Yesus ingatkan murid-murid-Nya untuk waspada dan berjaga-jaga terhadap ragi orang Farisi dan orang Saduki.

Ragi adalah suatu bahan atau zat yang dapat menyebar dan merubah sesuatu.

Jadi yang dimaksudkan Yesus adalah agar murid-murid-Nya berhati-hati terhadap pengajaran orang Farisi dan orang Saduki. Sebab apa yang mereka ajarkan dapat merambat dan mengubah serta mengkhamiri hati.

Dewasa inipun ada saja tipe-tipe orang Farisi dan orang Saduki yang harus kita waspadai.

Ada banyak orang Farisi modern yang pemahaman dan pandangannya mungkin seluas samudera raya akan firman Tuhan dan ilmu-ilmu lain, tetapi sesungguhnya mereka tidak sepenuhnya percaya kepada Tuhan Yesus.

Ada banyak orang Saduki modern yang tidak percaya akan adanya kebangkitan. Atau mereka tidak suka ketika topik pembicaraan adalah tentang kebangkitan. Padahal puncak dari iman kita adalah soal kebangkitan. Apa artinya kita beroleh banyak di dunia ini dan buat apa pengetahuan kita yang luas dan dalam kalau kita tidak percaya akan adanya kebangkitan?

Jadi… ada 3 hal:

  1. Bersyukurlah jika kita dapat mengerti kebenaran firman Tuhan… walau mungkin hanyalah sedikit kita pahami… tak apa-apa !
  2. Kita berbahagia jika apa yang kita pahami tentang firman Tuhan, kita lakukan dan menjadi dasar hidup kita sehari-hari… belajar terus menerapkan apa yang kita pahami.
  3. Kita sungguh sangat beruntung karena kita yakin di dalam Yesus ada kebangkitan. Setiap orang yang percaya kepada Yesus akan mengalami kebangkitan setelah kematian untuk hidup selama-lamanya bersama Yesus di Surga… Puji Tuhan !

Jagalah terus 3 hal tersebut di atas dengan baik-baik. Itu adalah harta utama kita melebihi dan melewati apapun yang kita dapatkan di dunia ini. Bahkan posisi 3 hal tersebut adalah di atas dari seluruh prestasi kita.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat belajar.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati.
Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: